Motif Batik Jawa yang Bisa Dipakai di Pernikahan

Gaya Hidup

Dalam pesta pernikahan adat Jawa, terdapat berbagai detail yang perlu diperhatikan, mulai dari dekorasi hingga busana yang dikenakan. Selain itu, ada berbagai seri yang perlu dibuat bagi yang percaya. Di seri ini, Anda juga perlu memperhatikan berbagai elemen yang Anda pilih. Salah satu unsur yang tidak terpisahkan adalah kain batik yang bisa dipakai sebagai pakaian atau untuk apapun.

Namun, ternyata kain batik yang dipilih tidak boleh sembarangan. Ada motif kain yang tidak bisa dipakai, ada juga yang bisa dipakai untuk acara pernikahan.

1. Motif Tuntrum

Diambil dari halaman Batik Indonesia, motif Tuntrum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana yang merupakan permaisuri Sunan Paku Buwana III. Batik ini biasa digunakan oleh para orang tua pada masa Midodareni dan P Canggih karena merupakan simbol cinta tanpa syarat, abadi, dan akan semakin subur. Semoga cinta kedua orang tua selalu menutupi pengantin baru.

2. Motif Batik Grompol

Seperti dilansir batik-s128.com, kain bermotif Grompol inilah yang masuk ke dalam corak ceplok. Diharapkan penggunaan kain ini dapat menjadikan seseorang memiliki masa depan yang cerah, selalu mendapat berkah, mempunyai rezeki yang banyak dan anak-anak, sehingga ia penuh dengan ketentraman, keharmonisan, kemakmuran dan kedamaian.

3. Motif Sida Asih

Kain bermotif Sido Asih memiliki lambang cinta yang besar. Warna batin dilambangkan sebagai perasaan yang harus dimiliki oleh dua orang yang sudah menikah sebelum menyelesaikan sesi yang lebih serius. Mereka juga diharapkan mencintai, mengasuh dan peduli.

4. Motif batik Sida Mukti

Kain ini biasanya bisa dikenakan oleh kedua mempelai saat acara P Sophist. Arti kata Mukti sendiri adalah hidup sejahtera dan sejahtera, namun ternyata makna dari motif ini lebih dalam yaitu hidup di akhirat. Biasanya motif ini digunakan saat akad nikah atau pemberkatan agar kedua mempelai juga memiliki pengertian dan sikap yang murah hati terhadap orang lain.

5. Motif Sida Tinggi

Motif ini terdiri dari beberapa hal seperti pohon hidup, meru, burung, tumbuhan, dan elang bersayap. Sesuai dengan namanya, pasangan suami istri diharapkan memiliki kepribadian yang luhur. Mereka juga diharapkan lebih pandai saat hidup bersama agar berbagai masalah bisa diselesaikan dengan berani dan lancar.

6. Motif parang Kusuma

Menurut batik-s128.com, pola ini biasa dikenakan pada gaun pengantin Kesatrian Ageng. Secara keseluruhan motif Parang Kusuma berbentuk diagonal yang terdiri dari dua motif utama. Motif parang memiliki bentuk kebalikan dan motif mlinjon berbentuk belah ketupat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *