Pengertian Aneurisma Serebral

Salah satu penyakit yang terjadi pada otak manusia adalah Aneurisma Serebral. Jika Anda masih asing dengan penyakit ini maka Anda bisa menyimak Pengertian Aneurisma Serebral berikut ini.

IMG_256

Anda perlu tau bahwa Pengertian Aneurisma Serebral adalah pembesaran yang terjadi pada pembuluh darah pada otak manusia. Hal tersebut bisanya diakibatkan oleh lemahnya dinding pembuluh darah 

Pada saat darah mengalir dan menekan dinding pembuluh darah, maka pembuluh darah akan menggembung layaknya sebuah balon. Jika kondisi ini dapat berkembang dan menjadi sangat parah atau sangat serius maka saat terjadi Aneurisma Serebral maka bagian pembuluh akan pecah dan menyebabkan terjadinya sebuah perdarahan subarachnoid.

Setelah dilakukan beberapa penanganan aneurisma pada otak, maka hendaknya pasien yang mengalami perdarahan pada subarachnoid untuk melanjutkan proses penyembuhan dengan menjalani fisioterapi dan terapi bicara agar memulihkan kondisi tubuh sehingga dapat kembali beraktivitas dengan baik.

Gejala Aneurisma Serebral

Pada umumnya Aneurisma serebral hampir tidak pemah menimbulkan gejala, kecuali saat terjadi pembesaran dan menekan pada salah satu saraf otak sehingga memberikan gejala sebagai kelainan saraf otak yang tertekan. 

Aneurisma yang kecil hanya akan menimbulkan sedikit atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun Anda perlu pertanda awal biasa terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa minggu sebelum aneurisma pecah. 

Gejala pertama dalah rasa sakit kepala berdenyut yang mendadak dan berat, timbul rasa mual dan muntah, adanya gangguan penglihatan, kaku pada leher  juga terkadang nyeri daerah wajah.

Bahkan bisa juga mengalami kelumpuhan sebelah anggota gerak, denyut jantung dan laju pernapasan tidak teratur atau naik turun, bahkan hingga hilang kesadaran seperti terjadi kejang, koma hingga kematian. 

Namun jika tidak ada gejala sebelumnya pecahnya aneurisma serebral merupakan hal yang sangat berbahaya dan biasanya akan menimbulkan perdarahan di dalam selaput otak sehingga berakibat pada perdarahan  dimaan gejalanya mirip stroke.

Selain itu bisa juga terjadi perdarahan ulang, kemudian hidrosefalus atau berlebihan dari cairan otak, aneurisma multipel dan vasospasme (penyempitan pembuluh darah). Risiko pecahnya aneurisma serebral ini sangat tergantung pada besarnya ukuran aneurisma. 

Diagnosis Aneurisma Serebral

Setelah Anda mengetahui pengertiannya maka Anda juga perlu mengetahui diagnosis aneurisma Serebral yang dapat dipastikan melalui diagnosis baik melalui pemeriksaan fisik dan atau dilakukan beberapa tes penunjang. 

Adapaun tes penunjang tersebut meliputi Pemindaian. Pada proses atau metode ini maka akan dilakukan CT scan yang akan dilakukan kombinasi dengan angiografi (disingkat menjadi CTA)

Kemudian ada juga MRI yang akan dikombinasikan dengan angiografi atau biasanya disingkat menjadi MRA. Pada CTA akan dilakukan oleh tenaga ahli atau dokter. Dimana Ia akan memastikan atau melakukan analisis terkait jika telah terjadi  perdarahan pada otak dan kerobekan pembuluh darah. Sedangkan pada pemeriksaan dengan MRA dilakukan untuk melihat pembuluh darah lainnya yang keadaannya masih utuh. 

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinal. Dimana cairan serebrospinal ini merupakan sebuah cairan yang mengelilingi otak dan saraf pada tulang belakang. 

Pada contoh atau sampel cairan serebrospinal tersebut nantinya akan dilakukan uji laboratorium atau akan diperiksa yang sebelumnya akan diambil dengan melakukan pungsi lumbal atau lumbar puncture. Namun pada metode pemeriksaan seperti ini dipakai apabila CTA tidak lagi mampu mendeteksi adanya bagian yang terjadi perdarahan, namun telah nampak beberapa gejala-gejala yang terdapat pada pasien menunjukkan adanya gangguan tersebut.

Demikianlah pengertian Aneurisma Serebral dan diagnosis yang bisa dilakukan pada Aneurisma Serebral yang bisa menambah wawasan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *