Riwayat Kredit BI Checking Dapat Dicek dan Dibersihkan via Online

Lain Lain

Setiap pengajuan kredit ke bank pasti akan melalui proses BI Checking. Persyaratan ini berlaku untuk semua pengajuan kredit, termasuk Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), kartu kredit, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Penyelenggaraan BI merupakan Historic Individual Borrower Information (UID) dalam database Bank Indonesia (BI) yang mencatat pembayaran berkala (hutang) atau kredit macet debitur. Singkatnya, pengendalian BI menentukan kesesuaian calon debitur. Jika dianggap tidak sesuai, bank berhak menolak pengajuan kredit

Bagaimana jika saya dianggap tidak memenuhi syarat, bahkan masuk dalam “daftar hitam” BI? Nyatanya, masih ada cara untuk menghapus riwayat pemeriksaan kredit BI yang sudah payah. Caranya cukup sederhana, hanya online. Langkah-langkahnya dijelaskan di bawah ini, dikutip dari Rumah123.com.

Proses audit oleh BI

Sebelum membahas cara menghapus history cek BI, mari kita bahas dulu bagaimana Bank Indonesia menentukan kelayakan kredit debitur. Riwayat kredit debitur akan tampil di Sistem Informasi Debitur (SID) BI. Sejarah kredit positif dan negatif dinilai dengan skor kredit 1 sd 5. Angka 1 berarti sangat baik sedangkan 5 berarti sangat buruk.

Nilai kredit debitur akan dijadikan acuan oleh bank untuk menentukan kelayakan nasabah. Tidak hanya itu, besaran nominal pinjaman, konten yang diperoleh, dan bunga yang dikenakan juga ditentukan oleh skor kredit.

Jika skor kredit peminjam bagus, maka akan lebih mudah untuk mengajukan pinjaman rumah. Sebaliknya, jika hasil skor kredit debitur negatif, pengajuan KPR akan ditolak.

Periksa riwayat secara mandiri

Proses verifikasi BI sebelumnya ditangani langsung oleh Bank Indonesia. Namun mulai 1 Januari 2018, SID BI berubah nama menjadi Sistem Informasi Keuangan (SLIK) yang dioperasionalkan oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Meski namanya sudah berganti, fungsi SLIK tetap sama sebagai pengendali BI. Hanya saja, semua layanan mulai dari BI hingga OJK. Perubahan besar terjadi dalam cara sejarah kredit diverifikasi. Saat ini pemeriksaan hanya dapat dilakukan melalui SLIK OJK secara online.

Jika Anda adalah nasabah yang berencana mengajukan KPR atau kredit dalam bentuk apapun, sebaiknya cek dulu OJK SLIK untuk melihat potensi penerimaan atau penolakan pengajuan kredit dari bank.

Untuk mengecek cek BI OJK atau SLIK, berikut cara melihat riwayat kredit debitur melalui website resmi OJK yang berlaku pada 18 Maret 2020. Pertama, debitur mengisi formulir perputaran online melalui link ini.

Setelah mendapat kesepakatan yang dikirim melalui email, debitur menghubungi nomor WhatsApp OJK-SLIK yang tertera di email untuk mengkonfirmasi data. Terakhir, setelah proses verifikasi, informasi debitur SLIK akan dikirim melalui email.

Bagaimana membersihkan riwayat buruk

Jika kenyataannya Anda sebagai nasabah memiliki riwayat kredit yang buruk, Anda perlu segera memperbaikinya. Jika tidak, bank tentunya tidak akan menyetujui pinjaman dalam bentuk apapun.

Langkah pertama adalah debitur harus melunasi semua utangnya. Jika debitur ingin memperbaiki sejarah kredit buruk, lunasi hutang secara bertahap sampai lunas, mereka dapat menghindari denda yang lebih besar dan membersihkan sejarah kredit buruk.

Setelah itu debitur dapat melaporkan pembayaran tersebut ke bank atau lembaga keuangan lainnya termasuk bukti pembayaran. Pelaporan juga dapat dilakukan melalui OJK termasuk bukti pembayaran hutang. Setelah itu, sistem OJK secara otomatis akan mengubah data nasabah.

Perlu dicatat, jika nama Anda masuk dalam “blacklist” OJK, Anda harus menunggu klarifikasi lebih lanjut. Sistem OJK membutuhkan waktu 24 bulan untuk menghapus nama nasabah secara otomatis untuk mengubah status kredit macet atau macet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *